Tutorial Membuat Macrame Plant Hanger (Gantungan Pot) Simpul Dasar
oneredlily – Pernahkah Anda menatap sudut ruangan yang kosong di rumah dan merasa ada sesuatu yang kurang? Mungkin sebuah pot tanaman sudah bertengger di sana, tapi rasanya masih kurang “hidup”. Di era media sosial seperti sekarang, kita sering disuguhi visual interior rumah bergaya bohemian atau scandinavian yang hangat, penuh tekstur, dan tentu saja: tanaman yang menggantung cantik dengan tali-tali simpul yang artistik.
Masalahnya, ketika Anda mencoba mencari dekorasi boho style semacam itu di toko furnitur kekinian atau marketplace, harganya seringkali bikin dompet “menangis”. Padahal, jika dilihat lebih teliti, itu hanyalah rangkaian tali yang disimpul sedemikian rupa.
Berita baiknya, Anda tidak perlu menjadi seniman serat profesional untuk memilikinya. Seni kerajinan tali temali atau macrame ini sebenarnya sangat logis dan bisa dipelajari oleh siapa saja, bahkan jika tangan Anda terasa kaku sekalipun. Bayangkan kepuasan saat tamu datang dan bertanya, “Beli di mana?” lalu Anda dengan bangga menjawab, “Bikin sendiri, dong!” Artikel ini akan memandu Anda lewat tutorial macrame pot paling dasar namun tetap elegan, menggunakan bahan yang mudah ditemukan di toko alat tulis terdekat: tali kur.
Fenomena Boho Chic: Mengapa Harus Macrame?
Sebelum tangan kita sibuk melilit tali, mari bicara sebentar tentang “mengapa”. Tren dekorasi interior beberapa tahun terakhir didominasi oleh keinginan untuk kembali ke alam (back to nature). Dekorasi boho style menjadi primadona karena ia tidak menuntut kesempurnaan yang kaku. Ia merayakan tekstur, ketidaksempurnaan buatan tangan (handmade), dan kehangatan material.
Data dari Google Trends bahkan menunjukkan pencarian kata kunci terkait “macrame” dan “indoor plant” konsisten tinggi dalam lima tahun terakhir di Indonesia. Ini bukan sekadar tren sesaat; ini adalah pergeseran gaya hidup. Menggabungkan tanaman hijau yang menyegarkan mata dengan tekstur macrame yang earthy menciptakan keseimbangan visual yang menenangkan. Plus, menggantung tanaman adalah solusi cerdas untuk rumah mungil agar tidak memakan floor space (ruang lantai).
Memilih Senjata: Tali Kur vs Cotton Rope
Dalam dunia macrame internasional, cotton rope (tali katun) berwarna broken white adalah standar emas. Namun, di Indonesia, kita punya jagoan lokal yang murah meriah dan sangat kuat: tali kur.
Banyak pemula ragu menggunakan tali kur karena takut terlihat “murahan”. Padahal, gantungan tanaman tali kur bisa terlihat sangat sleek dan modern jika Anda memilih warna yang tepat (misalnya hitam, abu-abu, atau beige) dan pola simpul yang rapi. Kelebihan tali kur adalah bahannya yang biasanya terbuat dari nilon atau poliester, membuatnya tahan air, tidak mudah kotor, dan sangat kuat menahan beban pot yang berat.
Tips Pro: Untuk pemula, tali kur justru lebih mudah dikontrol daripada cotton rope. Tali katun mudah terurai (fraying) jika Anda salah simpul dan harus membongkarnya berkali-kali. Tali kur? Dia tahan banting. Jadi, untuk latihan pertama ini, jangan ragu menggunakan tali kur.
Persiapan Alat dan Bahan: Jangan Sampai Kurang Tali!
Kesalahan paling fatal dalam membuat macrame adalah kehabisan tali di tengah jalan. Rasanya seperti sedang asyik memasak tapi kehabisan gas; menjengkelkan. Untuk tutorial macrame pot ukuran standar (panjang sekitar 80-100 cm), berikut adalah “resep” yang Anda butuhkan:
-
Tali: Siapkan 8 helai tali. Masing-masing panjangnya sekitar 4 sampai 5 meter. Lebih baik kepanjangan dan dipotong nanti, daripada kependekan dan harus disambung (sambungan pada macrame itu mimpi buruk estetika).
-
Ring: Sebuah ring besi atau kayu dengan diameter 5 cm. Ini untuk tempat menggantungkan karya Anda di paku nantinya.
-
Gunting Tajam: Jangan pakai gunting dapur yang tumpul, nanti ujung talinya berantakan.
-
Meteran & Lakban: Lakban berguna untuk menahan ring di meja saat Anda sedang menyimpul agar tidak lari-lari.
Langkah 1: Mounting Knot (Memasang Tali pada Ring)
Mari kita mulai. Ambil ke-8 helai tali yang sudah dipotong tadi. Satukan ujung-ujungnya sehingga Anda memiliki seikat tali.
Masukkan semua tali tersebut ke dalam ring besi. Tarik hingga ring berada tepat di tengah-tengah panjang tali. Sekarang, Anda punya 16 untaian tali yang menggantung dari ring (karena 8 tali dilipat dua).
Untuk mengunci tali ini di ring, kita akan menggunakan teknik Wrapping Knot atau simpul lilit. Ambil potongan tali tambahan (sekitar 50 cm). Buat bentuk huruf ‘U’ terbalik dengan tali tambahan tersebut di atas kumpulan tali utama. Lilitkan sisa tali memutari kumpulan tali utama dan huruf ‘U’ tadi dengan kencang. Lilitkan sekitar 5-7 kali ke arah bawah. Masukkan ujung tali ke lubang ‘U’, lalu tarik ujung tali yang satu lagi (yang ada di atas) hingga simpul tersembunyi di dalam lilitan. Potong sisa tali. Voila! Tali sudah terpasang rapi.
Langkah 2: Square Knot, Primadona Kerajinan Tali Temali
Inilah jantung dari kerajinan tali temali. Square Knot atau Simpul Persegi adalah simpul yang paling sering Anda lihat di Pinterest.
Bagi 16 tali Anda menjadi 4 kelompok. Berarti, satu kelompok terdiri dari 4 helai tali. Kita akan bekerja per kelompok.
Logika Square Knot: Bayangkan 4 tali itu sebagai A, B, C, D (dari kiri ke kanan). Tali B dan C (dua di tengah) adalah “tali inti” yang diam saja. Tali A dan D adalah “tali kerja” yang akan menari.
-
Ambil tali A (kiri), silangkan di atas tali inti (B & C) membentuk angka 4.
-
Ambil tali D (kanan), letakkan di atas tali A, lalu bawa ke belakang tali inti, dan masukkan ke lubang angka 4 tadi dari belakang. Tarik. Ini baru setengah simpul.
-
Sekarang balik. Ambil tali D (yang sekarang di kiri), silangkan di atas tali inti.
-
Ambil tali A, letakkan di atas D, bawa ke belakang, masukkan ke lubang. Tarik.
Satu Square Knot utuh selesai! Ulangi membuat deretan Square Knot sepanjang kira-kira 10-15 cm pada setiap kelompok tali.
Langkah 3: Alternating Square Knot untuk Membentuk Jaring
Setelah Anda punya 4 “lengan” yang berisi deretan Square Knot, saatnya menyatukan mereka agar bisa memeluk pot. Beri jarak kosong sekitar 10-15 cm dari simpul terakhir yang Anda buat tadi.
Di sinilah seninya. Kita tidak menyimpul tali dari kelompok yang sama lagi. Ambil 2 tali dari kelompok 1, dan 2 tali dari kelompok 2 yang bersebelahan. Satukan mereka dengan membuat Square Knot.
Lakukan ini memutar. Kelompok 2 dengan kelompok 3. Kelompok 3 dengan kelompok 4. Dan kelompok 4 kembali ke kelompok 1.
Secara ajaib, Anda akan melihat bentuk jaring melingkar mulai terbentuk. Jarak kosong tadi akan menjadi tempat “perut” pot Anda menonjol keluar dengan cantik. Inilah esensi dari gantungan tanaman tali kur; ia harus kuat menopang tapi tetap memperlihatkan keindahan potnya.
Langkah 4: Kunci Bawah dan Finishing
Ulangi langkah membuat jaring sekali lagi di bawahnya jika pot Anda sangat besar. Namun, jika pot Anda ukuran sedang, satu level jaring Alternating Knot biasanya sudah cukup.
Sekarang, kumpulkan kembali semua tali (16 helai) di bagian bawah. Pastikan pot Anda muat masuk ke dalam jaring yang sudah dibuat. Tentukan titik di mana dasar pot akan berpijak.
Di titik tersebut, lakukan Wrapping Knot lagi (sama persis seperti langkah pertama di ring atas). Lilitkan dengan kencang dan rapi sepanjang 3-5 cm. Ini adalah kunci pertahanan terakhir agar pot tidak jatuh menimpa lantai (atau kaki Anda).
Terakhir, potong sisa tali di bawah simpul lilit sesuai selera. Anda bisa membiarkannya panjang terurai untuk kesan dramatis, atau memotongnya pendek untuk tampilan minimalis. Sisir ujung tali kur menggunakan sisir kawat jika ingin efek fringe atau rumbai yang halus (ini lebih mudah dilakukan pada tali katun, tapi tali kur pun bisa disisir hingga mekar).
Kesimpulan
Membuat tutorial macrame pot ini mungkin terdengar rumit saat dibaca, tapi percayalah, begitu jari-jemari Anda mulai memegang tali, memori otot akan bekerja. Ada sensasi meditatif yang menenangkan saat mengulang pola simpul demi simpul.
Selain menghemat biaya dekorasi, membuat gantungan tanaman tali kur sendiri memberikan kepuasan batin yang tidak ternilai. Anda baru saja mengubah gulungan tali mati menjadi sebuah karya seni fungsional yang mempercantik rumah. Jadi, akhir pekan ini, daripada hanya scrolling layar ponsel melihat rumah impian orang lain, mengapa tidak mulai mewujudkan dekorasi boho style di rumah Anda sendiri? Ambil talinya, dan mulailah menyimpul!